Diam Itu Emas

Hari ini aku menyadari bahwa dengan diam orang dapat berfikir lebih jernih dan berfikir secara matang dengan apa yang dia hadapi! Dulu yang kutahu tentang diam adalah sesuatu yang mungkin saat risih dan tersisih dari yang lain. Saat orang lain bisa mengungkapkan apa yang dia rasakan, kita malah diam dan membisu, bukan berarti tak mengerti atau tak tahu tentang apa yang dibicarakan, namun hanya terdiam karena sesuatu yang terdengar dan terlihat hanya sesuatu yang tidak ada gunanya! Mungkin juga sebagian orang akan berpendapat bahwa diam dan membisu adalah sikap yang merugikan dan masa bodoh, namun coba kita lihat sisi positifnya, daripada berbicara dan beradu bicara dengan sesuatu yang tak berguna lebih baik diam, membisu dan masa bodoh!

Diam memang emas, Diam memang sebuah pilihan saat semua pilihan tidak ada!. Hanya sebuah bentuk ekspresi diri agar orang-orang tertentu saja yang mengerti!. Berdiam diri saat semua orang berbicara yang tak ada guna, hanya mendengar dan mengamati!Kadang juga orang disekitar kita merasa risih dengan diam itu,namun itulah jawaban terbaik saat orang lain begitu kokohnya mempertahankan pendiriannya untuk kita! Biarlah orang mau berkata apa, namun yang jelas diam lebih baik!

Terdiam dan membisu untuk sesuatu yang tiada guna dan untuk menghindari hal yang menimbulkan debat yang sengit adalah emas!. Mengalah baradu bicara, untuk sesuatu yang omong kosong! Biarkan hati yang berbicara dan biarkan waktu yang akan menjawab!

Diam adalah kedewasaan saat semua seperti anak kecil dan hanya terus lantang mengungkapkan apa yang terasa dihati! Memang sedikit aneh dan jarang, namun inilah aku! inilah aku yang menjadi diriku sendiri, menjadi apa yang kuinginkan dan aku punya cara tersendiri untuk menikmati hidupku

Kasih Sayang, Pengorbanan dan Kepercayaan!

Satu hal yang tak mungkin bisa kau dapatkan adalah kasih sayang yang tulus dari orang-orang yang menyayangimu! Dia akan terus hadir memberikan semua yang dia miliki, bukan harta, tahta, ataupun sebuah kesempurnaan fisik dan duniawi! Dia hanya memberikan sebuah harapan dan keinginan agar yang dia sayang dapat bahagia dan tersenyum dalam sebuah kebahagiaan meskipun mungkin hal itu lara untuk dirasakan. Takkan ada orang yang mampu untuk memberikan semua itu selain orang yang tulus dalam semau rasa dan hatinya.

Mungkin itu semua hanya sebuah kata-kata penyesalan yang pantas untuk terluapkan dari hati seorang yang tak tahu akan pengorbanan orang yang menyayanginya. Aku disini sedang merenung meratap nasib yang selalu mengobarkan akan sebuah penyesalanku. Dia yang selalu menyayangiku, yang selalu tulus memberikan semua pengorbanan dan ketulusan terhadap diriku yang tak berdaya ini.

Mungkin memang penyesalan akan selalu datang belakangan ketika orang yang menyayangimu sudah tak ada lagi dan sudah pergi jauh saat kau sadar betapa tulusnya dia menyayangimu. Ya Allah, cobaan apa lagi yang engkau berikan kepadaku ini aku merasa tak mengenal diriku aku serasa jauh dengan diriku sendiri, aku serasa tak mengerti dengan apa yang aku rasakan ini. Aku hanya bisa memohon kepadaMu, bukakanlah hati dan perasaanku. Agar aku bisa memberikan yang terbaik kepada orang-orang yang menyayangiku.

Yang terbaik adalah dia yang dapat dipercaya, dia yang dapat menjaga rasa meski badai selalu datang menghampiri dan meski datang beribu cambuk derita. Kau takkan menemukan untuk yang kesekian kali sesosok orang yang bisa menyayangimu, dan bisa menjaga apa yang dia rasakan walaupun bagaimanapun dirimu berada dan dalam kondisi apapun. Sulit untuk menemukan orang yang dapat menunjukkan senyum pada saat dia lara, menunjukkan ekspresi bahagia pada saat dia sedih, menunjukkan keceriaannya pada saat galau hanya demi membuat orang yang dia sayangi tersenyum dan tertawa lepas. Pengorbanan?? Seakan menjadi makananannya tiap hari untuk orang yang selalu dia sayang. Pengorbanan paling besar bukan tentang duniawi dan bukan tentang ukuran banyaknya uang dan kekuasaan. Tapi pengorbanannya lebih dari sebuah perasaan lara dan sakit demi orang yang dia sayang.

Hari ini juga aku mulai menyadari akan pentingnya orang-orang yang menyayangiku dengan tulus, dia yang memberi bukan menuntut. Dia yang Mengilhami bukan yang memberi dengki. Dia yang melindungi bukan menjadikan kita korban. Dia yang mencuri sedikit perhatian dari yang disayangi hanya demi sebuah kelegaan hati dan sebuah peringan rasa sakit dan perih yang selalu tertutupi. Aku baru sadar, bahwa kepercayaan tidak dapat dibeli, tidak dapat dipaksa ataupun dimanipulasi. Dia datang secara sendiri dari hati.

Ahhh… Kata-kataku terlalu ngelantur! Tapi memang benar kok, kepercayaan bagiku adalah harga mati dan nggak bisa ditawar! Muhammad bin Abdullah SAW-pun menjadi sangat dihormati karena sebuah kepercayaan. Lalu apa hubungannya kasih sayang dan kepercayaan? Apa orang yang menyayangi kita adalah dia yang dapat dipercaya ataukah kita harus percaya pada orang yang kita sayang? Hanya pribadi masing-masing kita yang dapat menjawabnya. Lalu apa hubungannya kasih sayang dan pengorbanan?. Apa orang yang sayang pada kita selalu berkorban pada dia yang disayang? Berkorban demi sebuah kasih sayang dari dia yang diharap??

Alangkah menyesalnya jika mengacuhkan dan tidak memperdulikan orang yang menyayangimu yang selalu setia bersamamu, senantiasa menjaga perasaanya hanya demi senyuman hangat kita, dan rela berkorban demi menjaga kita.

Hatiku Saat Ini…!!!!

teman terbaik adalah dia yang dapat duduk di ayunan beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah kata pun, dan kemudian Anda ditinggalkan dengan perasaan memiliki percakapan yang panjang dengan dia.

Lihatlah segala sesuatu melalui mata orang lain. Jika itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin bahwa orang lain juga terluka hari ini.
Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu lain terbuka. Tapi sering kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang terbuka bagi kita.

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang berarti Anda hanya untuk menemukan pada akhirnya bahwa tidak pernah ada dan Anda harus membiarkan pergi.

Cinta adalah ketika kamu kehilangan rasa, gairah, romantika dan masih peduli padanya.

Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang terluka, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang telah menyentuh hidup mereka.

Orang yang paling bahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya membuat yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.
Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia.

saat kamu mulai kacau mengartikan sebuah rasa, maka nikmatilah ia sebagai tarian sufi yang akan memberi ketenangan setelahnya….. Jika kamu masih bertanya bagaimana caranya, berarti kamu belum melakukan sesuatu untuk dirimu. “Apapun yang kamu alami hari ini, itu semua adalah karunia-Nya maka nikmatilah semampumu”

Aku baru belajar betapa jalan menuju keharmonisan sangatlah sulit dilalui, tapi itu akan menjadi mudah bila ‘kita paham bahwa kita tak pernah saling memahami’

Penghargaan terhadap sebuah kata dengan hadirnya sebuah rasa. Kita masih belajar menyusun kata untuk mengartikan sebuah rasa, jangan pernah berhenti dan menyerah. Semua akan mengalir dengan hadirnya kasih sayang dan cinta.

Telah lama ku menyebarkan salam cinta, bagai sebuah benih yang ku tanam sekarang ia sedang tumbuh, semoga tak ada yang salah dalam mengartikannya. “Jangan berfikir cinta tak pernah hadir, karena setiap kita dicipta bersama cinta”

Saat kita belajar untuk mencintai maka belajarlah untuk memberi tanpa mengharapkan balasan. “Karena cinta sejati bersumber dari Yang Maha Memberi”

Tinggal sejenak di sudut malam, menyapa cinta yang telah lama diam. Kita hanya dapat menanam benih dan tak pernah tau kapan saat menuainya yang pasti kita harus tetap bersabar. “Tak ada kesia-siaan dalam setiap kebaikan yang telah kita lakukan”

Aku sedang mencari kejujuran tanpa ‘Tanya’…..!!! Karena cinta bukan ‘penjahat’ yang harus diinterogasi tapi cinta adalah ‘guru’ yang selalu menjelaskan sebelum ditanya….!!!

“Memulai terkadang menyulitkan tapi jika telah berjalan ia akan terasa indah. Terpotongnya batang bambu dari pokoknya terlihat menyakitkan tapi jika telah menjadi sebuah seruling…??? Rasa cemburu dan kecewa jika dikelola dengan bijaksana seperti batang bambu tadi, ia kan menghasilkan keindahan cinta yang sesungguhnya seperti merdunya suara yang keluar dari seluring”

Tawaku tak pernah benar-benar menyembuhkan luka ini, tapi kian lama aku dapat menikmati luka ini menjadi sebuah tarian jiwa yang indah dan gemuruhnya menjadi musik klasik yang menghibur jiwa….!!! “Dimana letak kebahagian yang aku cari jika aku tak bisa mengubah duka menjadi suka cita”

5 Pelanggaran dalam Pacaran

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Di remajaislam.com, pernah kami bahas masalah hukum pacaran. Untuk menguatkan artikel sebelumnya, berikut kami rinci beberapa pelanggaran pacaran dan materi ini baru saja kami sampaikan di pesantren kami “Pesantren Darush Sholihin” yang mayoritas santrinya adalah para remaja.

Pelanggaran-pelanggaran dalam pacaran adalah:

1. Melakukan berbagai hal pendahuluan zina.

Padahal segala perantara menuju zina itu dilarang, baik dengan memandang lawan jenis dengan syahwat (nafsu), meraba atau menyentuh, berdua-duaan, apalagi sampai berciuman meskipun hal-hal tersebut tidak sampai zina. Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”(QS. Al Isro’: 32). Kata Asy Syaukani dalam Fathul Qodir, “Jika mendekati zina dengan melakukan berbagai hal sebagai pendahuluan zina itu terlarang, maka zina sendiri jelas terlarang. Karena sesuatu itu haram, maka segala perantara menuju sesuatu tersebut jelas haram. Inilah yang dimaksud dalam konteks kalimat.” Syaikh ‘Abdurrahman As Sa’di dalam kitab tafsirnya menjelaskan, “Larangan dalam ayat ini adalah larangan untuk mendekati zina. Larangan mendekati saja tidak dibolehkan apalagi sampai melakukan zina itu sendiri. Larangan mendekati zina ini meliputi larangan melakukan berbagai pendahuluan dan perantara menuju zina.”

2. Berduaan dengan lawan jenis.

Ini juga pelanggaran yang tidak bisa dipungkiri. Berduaan bisa jadi berduaan di satu tempat, di kegelapan, atau di tempat sepi, atau boleh jadi berduaan lewat sms-an, telepon atau lebih keren lagi lewat pesan facebook. Banyak kejadian yang berawal dari berdua-duaan seperti ini, di antaranya berhubungan lewat inbox facebook, lalu mengajak ketemuan, lantas ujung-ujungnya terjadilah apa yang terjadi. Berdua-duaan dengan lawan jenis terlarang berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

أَلاَ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ لاَ تَحِلُّ لَهُ ، فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ ، إِلاَّ مَحْرَمٍ

“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya. (HR. Ahmad no. 15734. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shohih dilihat dari jalur lain)

3. Tidak menundukkan pandangan.

Dengan lawan jenis kita diperintahkan untuk menundukkan pandangan dan jelas terlarang jika dengan syahwat (nafsu). Perintah ini dimaksudkan agar lebih menjaga hati dan agar hati tidak tergoda pada zina. Memandang lawan jenis barulah jadi halal jika melalui hubungan pernikahan atau dibolehkan jika wanita yang dipandang masih mahrom kita. Mengenai larangan memandangn lawan jenis, disebutkan dalam hadits Jabir bin ‘Abdillah,

سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِى أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِى.

“Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim no. 5770).

4. Tidak menjaga aurat.

Ini pun jelas ada dalam pacaran. Karena seringnya berdua-duaan, si pria pun ingin melihat aurat wanita. Si pria ingin melihat indah gemulai rambutnya dan sebagainya yang merupakan aurat. Padahal menutup aurat dengan mengenakan jilbab itu adalah wajib sebagaimana firman Allah Ta’ala,

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59). Melihat aurat wanita barulah dibolehkan jika memang halal sebagai istri, bukan saat pacaran. Kerabatnya saja yang masih mahrom dibolehkan melihat sebatas anggota tubuh yang nampak ketika berwudhu. Lantas kenapa orang yang jauh sampai dibolehkan melihat kehormatan wanita tersebut padahal akad nikah pun belum ada?

5. Bersentuhan dengan lawan jenis.

Ini pun pelanggaran yang sering dilakukan oleh yang berpacaran. Baik di kesepian maupun tempat umum, seringnya ingin berjalan bergandengan tangan padahal belum halal.

Dari Abdulloh bin ‘Amr, ”Sesungguhnya Rasulullah tidak pernah berjabat tangan dengan wanita ketika berbaiat.” (HR. Ahmad dishohihkan oleh Syaikh Salim dalam Al Manahi As Syari’ah)

Dari Umaimah bintu Ruqoiqoh dia berkata, ”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya aku tidak pernah menjabat tangan para wanita, hanyalah perkataanku untuk seratus orang wanita seperti perkataanku untuk satu orang wanita.” (HR. Tirmidzi, Nasai, Malik dishohihkan oleh Syaikh Salim Al Hilaliy)
Zina tangan adalah dengan menyentuh lawan jenis yang bukan mahrom sehingga ini menunjukkan haramnya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925)

Ini baru lima pelanggaran yang kami ungkap dari sisi dalil. Namun masih banyak pelanggaran selain itu yang semuanya berujung pada zina. Awal berpacaran saja penuh kekhawatiran karena seringkali melakukan dosa, ujungnya pun penuh penyesalan. Luqman berkata kepada anaknya, “Wahai anakku. Hati-hatilah dengan zina. Di awal zina, selalu penuh rasa khawatir. Ujung-ujungnya akan penuh penyesalan. (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 10/326)

So … stop pacaran! Tempuh jalan yang halal. Cukup ta’aruf (perkenalan dalam waktu singkat) ketika ingin serius nikah, lantas datang ke rumah ortu untuk lamaran, dan langsungkanlah segera pernikahan, jangan tunda-tunda. Lebih cepat, lebih baik!

Semoga Allah beri taufik pada para remaja sekalian untuk mengenal ajaran Nabinya dan semoga mereka pun semakin bertakwa dan takut akan siksa-Nya. Wallahu waliyyut taufiq.

By akhil mukmin Posted in Religi

Putusanku tentangmu

Aku berdiri dan merenung tentang sebuah rasa yang selalu membayang hati, menyiksa fikiran dan membungkam angan-angan. Aku mencoba menerka dari setiap apa yang terjadi dalam diriku tentang arti sebuah kehidupan yang selalu menjadi tanda tanya besar dalam diriku. Anggun, terasa indah dan damai semua yang ada didekatku. Menemani dan memberikan arti tentang sebuah kebersamaan, dan menjanjikan sebuah kebahagiaan. Meski hati sedikir meragu dengan semua itu, aku mencoba untuk bertahan dalam setiap hal yang terukir. Entah apa yang sebenarnya terjadi dalam berbagai keindahan ini. Semua seperti terasa asing bagiku.

Aku seperti kehilangan aku yang dulu yang pernah mengisi kehidupan engkau, dia dan mereka. Kini aku mungkin bukan yang dulu yang patut untuk kau banggakan dengan semua yang terbayang. Aku hanya bagian dari yang terbuang, dari semua yang tersimpan dalam hati dan dari semua yang kau rasa dan harapkan dari aku yang sedang bimbang dalam keraguan hati. Segala hal yang aku alami hanya sebuah permaina hati yang selalu menghantuiku terhadap bayang-bayangmu.

Meski mungkin selalu yangkau tunjukkan adalah sebuah keraguan dan sebuah hal yang membuat hati ini tersayat, aku mencoba mengibarkan bendera kekokohan hati. Agar engkau, dia dan mereka yakin dengan sebuah keinginanku dalam berbagi kesempatan ini. Sudah cukup bagiku, sudah cukup untukmu tentang permainan yang menyayat hati. bairkan hati yang memilih, bukan nafsu yang memilih. Biarkan keikhlasan datang untuk membuat kebersamaan, biarkan kesabaran datang untuk dapat bertahan dalam genting dan keraguan dan bukan cinta yang berselimut nafsu yang menjadi dasar dalam berfikir dan menentukan.

Yang kuharapkan bukan sebuah rasa yang ada, bukan sebuah nafsu yang tersirat. tentang cinta, itu semua dapat terwujud dapat ada dan tumbuh dengan sebuah kebersamaan. Yang kuharap hanyalah ikhlasnya hatimu bersamaku, ikhlasnya dirimu untuk kumiliki. Yang Kuharap hanya kesabaranmu bersamaku, dalam setiap suka maupun duka. Bukan janji dan gemerlap dunia.